Selasa, 28 Januari 2014

::PULAU MURIA::

pulau muria
Fakta yang mengejutkan, dan selama ini belum terlalu mengemuka, adalah Gunung Muria dulu merupakan pulau yang terpisah dari Jawa. Sebelum abad ke-17, Muria dan Jawa dihubungkan oleh sebuah selat.
Fakta ini diungkap dalam kajian yang dilakukan HJ De Graaf dan Th G Pigeaud (Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram; Grafiti Pers, 1985), Pramoedya Ananta Toer (Jalan Raya Pos, Jalan Daendels; Lentera Dipantara, 2005), serta Denys Lombard yang meluncurkan dua serial bukunya (Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu; Gramedia, 1996 a-b). Bagian pertama tentang batas-batas pembaratan, dan bagian kedua tentang jaringan Asia.
Ketika menggambarkan ekologi letak Demak, De Graaf dan Pigeaud menulis, {Pada zaman dahulu, Distrik Demak terletak di pantai selat yang memisahkan Pegunungan Muria dari Jawa. Sebelumnya selat itu rupanya agak lebar dan dapat dilayari dengan baik, sehingga kapal-kapal dagang dari Semarang dapat mengambil jalan pintas untuk berlayar ke Rembang. Tetapi sudah sejak abad ke-17, jalan pintas itu tak lagi dapat dilayari setiap saat{ (1985: 37).
Selanjutnya disebutkan, pada abad ke-17, selama musim hujan orang dapat berlayar dengan sampan lewat tanah yang tergenang air, mulai dari Jepara sampai Pati, di tepi Sungai Juwana. Pada tahun 1657, Tumenggung Pati mengumumkan niatnya untuk menggali saluran air baru dari Demak ke Juwana, sehingga Juwana dapat menjadi pusat perdagangan. Boleh jadi, ia ingin memulihkan jalan air lama, yang seabad sebelumnya masih bisa dipakai.
Dua sejarawan dari Belanda itu pun menggambarkan, Jepara terletak di sebelah barat pegunungan yang dahulu adalah pulau (Muria). Jepara mempunyai pelabuhan yang aman dan (semula) dilindungi tiga pulau kecil.
Letak pelabuhan ini amat menguntungkan bagi kapal-kapal dagang yang lebih besar, yang berlayar lewat pantura Jawa menuju Maluku, dan kembali ke barat.
Pada abad ke-17, ketika jalan pelayaran pintas di sebelah selatan pegunungan ini tidak lagi dapat dilayari perahu-perahu yang lebih besar, akibat pendangkalan oleh endapan lumpur, Jepara pun menjadi Pelabuhan Demak.
Dan yang menjadi penghubung antara Demak dan daerah pedalaman di Jateng adalah Sungai Serang, yang sekarang bermuara di Laut Jawa antara Demak dan Jepara. Sungai Serang pada abad ke-18 masih dapat dilayari perahu-perahu dagang yang agak kecil, setidaknya hingga Godong (kini wilayah Kabupaten Grobogan).
De Graaf dan Pigeaud (1985: 157) berani berspekulasi, daerah hulu Sungai Lusi atau Serang kini bermuara di Laut Jawa, selatan Jepara. Mungkin sungai ini dulu bermuara di selat yang dangkal yang melintasi Demak, Pati, dan Juwana, serta memisahkan Pulau Muria dari daratan Jawa.
Tidak Aktif
Sejarawan Prancis, Denys Lombard, juga punya kajian menarik. Menurutnya, di sebelah timur Semarang terdapat Gunung Muria (1.602 m), sebuah gunung api yang sudah tidak aktif lagi dan dulu merupakan sebuah pulau (1996a: 37)
Lombard melukiskan, kota-kota di sepanjang pantura timur Jawa Tengah (Demak, Jepara, Kudus, Pati, Juwana, dan Rembang) adalah pusat perniagaan laut yang ramai pada abad ke-16. Pada buku keduanya (1996b: 52), dia menulis, {Daerah kunci pesisir waktu itu terletak kira-kira di bagian tengahnya, sebelah-menyebelah selat yang ketika itu memisahkan Muria dari daratan Jawa, dan yang merupakan jalan lintas alami tempat kapal-kapal dapat berlabuh. Pusat perekonomian, politik, dan keagamaan adalah Demak yang diperintah Pangeran Trenggana (1504-1546)}.
Masih tentang Pulau Muria, Lombard mengatakan, pada tahun 1940 Orsoy de Flines memulai penelitian sistematis di perbukitan Grobogan yang terbentuk dari endapan tersier, antara Semarang dan Blora. Pada zaman dulu, saat Gunung Muria masih berupa pulau, letak bukit-bukit di sekitarnya berdekatan dengan laut. Sekarang letak daerah ini agak jauh dari tepi laut.
Berdasarkan studi-studi sejarah terdahulu, Lombard bahkan berani berspekulasi jika daerah genangan air terusan dari pantai mencapai Kuwu (wilayah Kabupaten Grobogan).
Pada tahun 1967, R Soekmono membicarakan lagi beberapa kesimpulan dari laporan Orsoy de Flines dan coba menelusuri kembali tepi pantai lama, serta meyakini Kota Medang Kuno yang sering disebut dalam berbagai prasasti abad ke-9 dan ke-10 —bahkan masih dikenang dalam beberapa dongeng— terletak di tepi Sungai Lusi, di selatan bukit-bukit Grobogan, dekat Desa Kuwu sekarang.
Di situlah agaknya terletak kota pelabuhan itu, pada bagian dalam muara yang dapat dimasuki kapal, tetapi jauh dari bangunan-bangunan suci di dataran Kedu. Untuk mendukung hipotesis yang baru dapat dibenarkan setelah diadakan penggalian sistematis di daerah itu, Soekmono mengingatkan suatu kutipan dalam Xin Tangshu tentang {sumber air asin alami{ yang menyangkut He-ling. Perlu diketahui, satu-satunya sumber air asin alami di Jawa itu hanya ada di Kuwu, dekat Sungai Lusi, tempat para petani mengambil garamnya sampai sekarang.
pulau muria
pulau muria
Jalan Raya Daendels
Kajian yang lebih mutakhir tentang kondisi sepanjang jalan raya pantura timur Jawa Tengah dilakukan Pramoedya Ananta Toer pada tahun 1995, dan diterbitkan dalam buku berjudul Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Pram menulis, Jalan Raya Daendels membentang 1.000 kilometer sepanjang utara Jawa, dari Anyer sampai Panarukan.
Sejak digunakan tahun 1809, jalan ini menjadi infrastruktur penting untuk selamanya. Jalan Daendels dibangun selama satu tahun (5 Mei 1808-1809). Menurut sumber Inggris, pembangunan jalan melalui kerja paksa (Rodi) ini menewaskan 12.000 orang rakyat kecil pribumi.
Yang menarik, Pram melukiskan jarak antara Jalan Raya Pos dan garis pantai. {Yang ada, barang dua ratus meter dari Jalan Raya Pos, di utara alun-alun Rembang, adalah jangkar besi yang cukup besar berdiri miring, dipagari kayu. Orang percaya, itulah jangkar salah satu dari 26 kapal armada Laksamana Besar Cheng Ho, yang berawak 1.000 orang setiap kapal, satu abad sebelum Belanda menjejakkan kakinya di Bumi Jawa (2005: 11-12)}.
Terakhir kali Pram melihat jangkar itu pada penghujung tahun 1930-an. Kini jangkar itu terletak di kawasan wisata Pantai Taman Kartini, persis di sisi utara jalan raya tengah Kota Rembang. Mengenai kondisi tanah yang dihadapi Daendels, Pram (2005: 26) bercerita, {Sedang waktu menggarap ruas Demak-Kudus memotong semenanjung Muria/Jepara, para pekerja berkaparan dalam meninggikan tanah di rawa-rawa Karanganyar (Demak—penulis), baik karena kelelahan, perlakuan keras, maupun malaria yang berabad menghantui Karanganyar.
Malahan semasa mengerjakan ruas ini, rawa-rawa Karanganyar sebagian merupakan tepian laut yang menjorok ke darat, lingkungan alam yang cocok jadi habitat buaya}. Disebutkan juga, saat pembangunan Jalan Raya Daendels sampai ke Demak, sejumlah besar sungai pantai kecil-mengecil mengadang para pekerja. Bahkan Demak dibelah Kali Tuntang yang sedang-sedang saja. Kendala lain, sebagian lokasi merupakan laut pedalaman, atau teluk-teluk dangkal, sehingga harus dilakukan pengurukan.
Daendels pun memutar otak, mencari strategi dalam menghadapi medan genangan air, untuk pembangunan jalan raya ini. Ia lalu memerintahkan penggalian kanal di utara jalan raya, bukan saja untuk mendapatkan tanah urukan, tetapi juga untuk menghubungkan Kali Serang di timur dan Kali Tuntang di barat. Daendels boleh bangga, karena mampu {mengeringkan sekitar 36.000 bau rawa dan diubah menjadi sawah. Meski demikian, kata Pram (2005: 94)}, banjir dan air genangan tetap mengancam wilayah rendah ini, baik selama dan setelah Daendels.
Banjir Semarang
Tentang Semarang yang juga selalu dihantui banjir, Pram menggambarkan, {Sejak dulu Semarang adalah daerah genangan Kali Garang. Untuk menyelamatkan kota yang berkembang di bidang ekonomi, industri dan administrasi, Belanda memotong sungai ini sebelum memasuki kota dalam bentuk kanal banjir, menjurus lurus ke utara sampai ke laut, dinamai Banjirkanal Barat. Sebab di timur kota juga digali yang lain, Banjirkanal Timur, untuk membuang luapan Kali Gempol (2005: 87-88)} .
Tetapi ruas Kali Garang yang memasuki kota tetap mengancam Semarang sebagai daerah genangannya di musim hujan. Ruas sungai ini dinamai Kali Semarang. Secara periodik, biar pun telah ada kanal banjir di barat dan timur, Semarang tetap terkena banjir 30 tahunan. Dari sejumlah kajian sejarah tersebut dapat diperoleh gambaran, ruas jalan raya sepanjang pantura timur Jateng dulu adalah daerah genangan air. Wilayah ini, sebelum abad ke-17, adalah daerah perairan berupa selat yang menghubungkan Pulau Muria dan Pulau Jawa.
Ketika jaringan jalan raya Anyer-Panarukan yang dibangun Daendels melintasi Semarang-Demak-Kudus, rupanya sebagian besar merupakan daerah rawa, bisa jadi hasil pengendapan selat setelah abad ke-17. Dengan kata lain, struktur tanah di jalur Semarang-Demak-Kudus, Kudus-Pati-Rembang, dan Semarang-Demak-Grobogan adalah tanah muda yang belum stabil, sehingga rawan banjir, bergelombang, dan rawan amblas.
—Hasyim Asy’ari SH MSi, pemerhati lingkungan
*sumber : http://ihdaihda.wordpress.com 

Jumat, 22 November 2013

:: FILOSOFI BUNGA MAWAR ::

Belajar dari filosofi "BUNGA MAWAR" yg hidup mandiri dlm kesederhanaan tanpa iri melihat kemewahan disekelilingnya namun tetap memberikan keindahan yg mempesona dan manfaat bg org lain... 

Berikut beberapa makna-maknanya  dibalik warna bunga mawar yang diperoleh dari berbagai sumber :
"Mawar Merah"
Pada dasarnya warna merah itu artinya berani. Tapi kalau diartikan sebagai warna bunga, warna merah tuh melambangkan rasa cinta dan sayang. Dan rasa cinta itu cenderung terkait dengan hubungan laki-laki dan perempuan.Warna bunga merah juga bisa diartikan sebagai cinta dengan rasa ‘respect’ yang tinggi.

Selasa, 24 September 2013

::Perawatan Payudara pada Ibu Hamil Berdasarkan Usia Kehamilan::

Perawatan Payudara pada Ibu Hamil sampai dengan saat menyusui perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan payudara adalah penghasil ASI sebagai sumber nutrisi untuk bayi yang baru lahir. Komposisi ASI paling lengkap, dan tidak ada susu buatan manusia yang bisa menyamainya, sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Termasuk ketika pertama kali dilahirkan, bayi sebaiknya melakukan inisiasi dini menyusui.

Manfaat Perawatan Payudara saat Hamil, diantaranya adalah:
1. Menjaga kebersihan terutama puting susu, sebagai jalur keluarnya ASI,
2. Memperkuat puting susu bayi mudah untuk menyusu,
3. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu yang ada didalam payudara sehingga produksi ASI lebih banyak dan lancar,
4. Mendeteksi apabila ada kelainan pada payudara secara dini dan melakukan pengobatan secepatnya,
5. Mempersiapkan mental calon ibu untuk menyusui bayinya.

Rabu, 18 September 2013

::KEBUN KECILKU::

Impianku sejak dulu kalau aku nanti punya rumah sendiri,,aku ingin membuat kebun kecil yang banyak pohon mawarna...dan sekarang aku udah punya rumah sendiri saatna aku wujudin impianku....dan hasilna...
ta raaaaaaaaaaannnggggggggg



Minggu, 14 Juli 2013

::Tugas Bahasa C::



-HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\ActiveWndTrackTimeout
PERCEPAT PROSES SHUTDOWN WINDOWS
-HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\ BlockSendInputResets
pengubah tampilan pada deskop, mengatur tema, screensaver, serta tampilan icon
-HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\ CaretWidth
Repair registry
-HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\ ClickLockTime

Rabu, 10 Juli 2013

♣ Do'a dan Amalan agar Cepat Diberi Keturunan ♣

Ada banyak do’a dan cara yang di lakukan agar cepat mendapatkan keturunan, namun diantara sekian banyaknya cara yang dilakukan adalah termasuk yang sering berhasil adalah dengan bernadzar (berjanji) yaitu jika mendapatkan keturunan laki-laki akan memberinya nama “Muhammad”. Ada sebuah hadits yang berbunyi : “Barang siapa yang sulit mendapatkan keturunan, lalu ia bernadzar memberi nama anaknya dengan namaku (Muhammad). Maka Allah akan memberikan keturunan kepadanya”. Tidak hanya dengan nama “Muhammad” saja melainkan bisa dengan menambahinya dengan berbagai macam nama yang baik namun tetap di dahului dengan nama “Muhammad. Dengan bernadzar ini sudah ada banyak orang yang mencobanya dan kemudian berhasil (Namun semua tidaklah lepas dari kehendak-Nya).

dijelaskan pada Sirah Hakabiyyah, bahwa periwayat hadits ini termasuk orang yg tak punya keturunan, ia mencoba resep nabawi tsb maka ia mempunyai anak, ia namai Muhammad, lalu ia nadzar lagi, maka ia mendapat putra lagi, hingga ia mempunyai 7 anak putra bernama Muhammad

Jumat, 21 Juni 2013

RESEP KUE PUTRI AYU

bhn2:
150gr tpung terigu
100gr kelapa muda parut
200gr gula pasir
200ml santan
2btr telur
pasta pandan scukupnya
garam secukupnya

cara membuat:
_telur dan gula pasir dikocok sampai kental dan mengembang lalu masukantepung terigu aduk sampai rata
_tuangkan santan secara bertahap aduk rata
_masukan pasta pandan aduk rata masukan kelapa sebagian dan garam aduk kmbali
_ambil cetakan masukan kelapa tekan hingga padat tuang adonan kukus selama 15 menit
angkat sajikan....

Kamis, 13 Juni 2013

::♥ Tempe Penyet ♥::

Bahan :

150 gram tempe, goreng
2 buah cabai merah besar
8 buah cabai rawit merah
2 sdt terasi matang
garam secukupnya
1 buah tomat mengkal, iris
1 sdt air jeruk limau
daun kemangi secukupnya

Cara Membuat :

1. Gunakan cobek dan ulekan, ulek kasar cabai merah besar, cabai rawit, terasi, dan garam. Tambahkan limau dan irisan tomat mengkal, aduk rata.
2. Penyet tempe diatasnya hingga pipih.
3. Sajikan dengan daun kemangi.

Oh ya selain sedap dan lezat tempe itu juga punya banyak manfaat loh.. 

Selasa, 11 Juni 2013

::Perawatan Kaki Indah Dan Sehat::

Agar masalah-masalah tersebut tidak Anda alami, perawatan kaki wajib dilakukan. Perawatan kaki tidaklah rumit dan dapat Anda lakukan secara mudah di rumah. Merawat kaki indah dan sehat terdiri dari beberapa langkah seperti berikut:

Rendam
Siapkan baskom berisi air hangat yang ditambah cairan antiseptik atau garam mandi. Cairan antiseptik akan mencegah bakteri berkembang. Merendam kaki dengan air hangat dapat menjadi cara untuk relaksasi sekaligus untuk menjaga kaki tetap sehat.

Gosok
Dengan menggunakan sikat khusus, gosok kaki secara keseluruhan. Menyikat kaki bertujuan mengangkat kotoran dan sel kulit mati sehingga kaki terlihat lebih cerah dan kaki dapat bernafas dengan leluasa.

Scrubbing
Melakukan scrub untuk kaki dapat dilakukan dengan menggunakan batu apung, buah lemon atau alat penggosok yang menyerupai batu apung. Ini akan membantu kaki terhindar dari kapalan.

Keringkan
Pengeringan kaki dilakukan dengan dengan cermat termasuk pada sela-sela kaki. Jangan biarkan kaki dalam keadaan lembab karena akan menjadi tempat favorit berkembangnya jamur.

Gunakan Krim
Anda bisa menggunakan beberapa krim agar kaki menjadi sehat. Agar terhindar dari kaki yang kering, gunakan pelembap pada kaki. Jika ada masalah khusus pada kaki, seperti kapalan atau jamur, gunakan krim khusus untuk menyembuhkannya. Anda juga dapat menggunakan krim khusus untuk mengangkat kutikula agar mudah diangkat. Gunakan krim atau pelembap sambil memijat kaki agar pelembap dapat bekerja maksimal. Hal ini juga akan membuat kaki menjadi mulus.

Gunting dan Cat
Jangan lupakan bagian kuku saat merawat kaki. Gunting kuku agar terlihat rapi dan gunakan kikir untuk menghaluskan bagian tepi kuku. Jika ingin terlihat cantik, dapat mengoleskan cat kuku dengan warna kesukaan Anda.

Kaki perlu perhatian dan perawatan. Dengan merawat kaki, kini Anda dapat melenggangkan kaki cantik Anda yang indah,bersih dan sehat.